Parapeziarah datang dengan jumlah banyak pada saat Jumat Legi, di mana hari ini merupakan hari pemakaman Eyang Jugo ratusan tahun silam. Selain itu, hari wafatnya Eyang Sujo, tanggal 12 suro, juga menjadi puncak banyaknya pengunjung yang datang ke Gunung Kawi. 5 Tempat Paling Angker di Kediri Menurut Warga Sekitar. Misteri Lumpur Lapindo
Makam Boncolono yang ada di kawasan wisata Goa Selomangleng memang terkenal wingit. Berbeda dengan Goa Selomangleng yang hampir selalu ramai pengunjung, cagar budaya ini terkesan sepi dan angker. Peziarah yang datang juga jarang terlihat kecuali orang tertentu pada hari-hari tertentu. Jalur yang dilalui untuk sampai di makam cukup ekstrim. Pengunjung harus meniti 480 anak tangga untuk sampai di makam. Jalan pendakian yang cukup sempit dintara rerimbunan pohon menjadi jalur satu-satunya untuk sampai di puncak bukit Maskumambang. Di situlah letak tiga makam yang diyakini sebagai makam Mbah Boncolono, bersama 2 makam yang lain milik anak buah beliau yaitu Tumenggung Poncolono dan Tumenggung Mojoroto. Papan nama yang dipasang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kediri tertulis makam Mbah Boncolono sebagai seorang sakti mandraguna yang hidup pada masa Kolonial Belanda. Selama hidupnya Mbah Boncolono berprofesi sebagai maling yang mencuri harta orang kaya untuk dibagikan kepada rakyat miskin. Dia dijuluki sebagai Maling Gentiri. Legenda Maling Gentiri memang sudah lama menjadi bagian sejarah yang diyakini oleh masyarakat Kediri. Cerita yang bahkan sampai saat ini masih simpang siur tetap menjadikan Maling Gentiri sebagai pahlawan dari tlatah Jawa. Maling Gentiri dikisahkan sebagai orang yang memiliki ilmu Pancasona. Pemilik ilmu Pancasona dikatakan tidak akan bisa mati kecuali dipenggal kepalanya, dipisahkan dari tubuhnya dan tidak menyentuh tanah. Cerita yang diyakini masyarakat, Maling Gentiri tewas karena dipenggal kepalanya dan bagian tubuhnya dimakamkan secara terpisah. Menurut cerita, kepala Maling Gentiri dikubur di Ringin Sirah. Nama Ringin sirah sendiri dikatakan karena kepala Maling Gentiri dikubur di bawah pohon beringin ringin besar yang berdiri di situ. Sedangkan tubuhnya berada di bukit Maskumambang. Entah kapan jelasnya Mbah Boncolono ini tewas ditangan Belanda, yang jelas cerita Maling Gentiri adalah cerita heroik turun-temurun dari masyarakat yang diyakini benar terjadi pada jaman penjajahan Belanda. Cerita kesaktian Mbah Boncolono sudah terkenal di seantero Jawa. Peziarah datang di waktu-waktu tertentu dengan berbagai tujuan, untuk pesugihan, pedagang yang ingin laris, kenaikan pangkat, perjodohan, hingga kesembuhan dari sakit. Juru kunci makam mengatakan banyak yang kembali dengan keadaan lebih baik setelah melakukan ritual di makam Mbah Boncolono. Menurut juru kunci makam, peziarah memang tidak begitu banyak, tetapi mereka datang dari daerah lain. Selain peziarah, orang-orang yang mengaku kerabat dari Mbah Boncolono juga seringkali datang. Diantaranya keluarga Japto Soelistyo Soerjosoemarno, tokoh Organisasi Pemuda Pancasila. Mereka pula yang membenahi makam juga membangun titian tangga untuk akses menuju makam hingga perbaikan di lokasi makam. Terlihat dari Prasasti yang ada di pintu masuk makam, tertulis bahwa renovasi dilakukan pada tahun 2004 dan diserahkan kepada Pemerintah Kota Kediri pada hari Junat 10 September 2004. Kompleks makam dinamai dengan Astana Boncolono yang terdiri dari makam Boncolono, Poncolono dan Tumenggung Mojoroto. Jalan yang berada di kaki Gunung Klotok dulunya juga gelap, sepi, dan rawan tindakan kejahatan. Tetapi sekarang jalan itu sudah diperbaiki karena digunakan sebagai markas Brigade Infanteri Mekanis 16/ Wira Yudha. Sejak menjadi wilayah kawasan Brigif, akses jalan di kaki bukit Maskumambang menjadi lebih ramai. Kesan mengerikan menjadi berkurang karena penerangan semakin banyak. Selain itu juga menjadi jalur olahraga seperti jogging, bersepeda, bahkan ada kolam renang hingga wisata bermain anak-anak. Novira Kharisma
5Ruang Terbuka Hijau di Kediri, Tidak Hanya Nyaman tapi Juga Instagramable Mei Indriani. Senin, Maret 21, 2022 11.00 Sehingga lokasinya tepat diseberang Taman Makam Pahlawan di Jl. Kusuma Bangsa, Kediri. Walaupun taman kenangan khususnya bagi para pahlawan, namun tempat ini jauh dari kesan sunyi dan angker, bahkan selalu ramai oleh
Kediri Jawa Timur merupakan kota tertua di bumi Indonesia. Kota yang terletak diantara Gunung Kelud dan Gunung Wilis ini sudah ada sejak era kerajaan menguasai Nusantara. Sebagai kota yang lekat dengan sejarah kuno, maka tidak mengherankan bila Kediri menyimpan banyak dari berbagai sumber, Kediri, sebuah kota terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang. Ada beberapa tempat di Kediri yang dianggap angker oleh masyarakat sekitar. 1. Kuburan Dempul LirboyoBila kamu sudah membaca artikel tempat angker di Sidoarjo, kamu pasti tahu bahwa salah satu tempat angker di kota tersebut adalah makam Mr. X atau yang dikenal sebagai makam bagi orang-orang tak dikenal, teroris, atau jasad yang tidak memiliki sanak keluarga. Di Kediri, ada jug makam serupa yang juga dianggap angker oleh warga setempat, namanya Kuburan kamu datang kemari, kamu tidak akan melihat batu-batu nisan layaknya makam pada umumnya. Bahkan, jenazah di sini dikuburkan hanya sedalam lutut orang dewasa. Jenazah yang dikuburkan di sini adalah jenazah korban pelaku kejahatan yang ditembak oleh petugas sampai dengan jasad yang identitasnya tidak area makam ini dihuni oleh jin-jin jahat yang kerap kali mengganggu manusia. Bahkan, jin tersebut juga berada di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo. Sebelum pondok pesantren ini dibangun, area ini benar-benar dihindari oleh warga setempat karena keangkerannya. Namun, setelah pembangunan pesantren selesai, jin-jin tersebut secara tidak langsung hanya berpusat di area saat ini makam tersebut masih dikenal angker. Tak sedikit orang yang datang ke area makam untuk bersemedi dengan maksud tertentu. Di tahun 2014, ditemukan seorang warga yang kerap kali mencari ilmu kanuragan tewas dalam sumur tua yang berada di area Makam Juga Bikin Bulu Kuduk Merinding! Kisah Misteri Jalur Malang-Kediri Sosok Penampakan Kakek Bersepeda 2. Balai Kota KediriBalai kota alias kantor walikota Kediri dianggap sebagai spot yang sangat angker. Bagaimana tidak, ada banyak kejadian mistis di bangunan yang masih berfungsi hingga saat satunya adalah cerita seorang warga yang melintas di depan bangunan balai kota tengah malam. Ia melihat sosok wanita berpakaian putih dan berambut panjang beserta tiga orang anak. Keempat sosok ini terlihat sedang bermain. Namun, saat warga ini memperhatikan lebih lanjut, sosok-sosok itu nampak lenyap tak pula pengakuan seorang staf balai kota yang pernah mendapat gangguan dari makhluk gaib berwujud anak-anak. Menurutnya, sebelum pulang ia menata berkas-berkas dengan rapi. Akan tetapi, keesokan harinya ia mendapati berkas-berkas tersebut acak-acakan dan tak seorang pun mengaku pernah mengacak-acak berkas halaman parkir balai kota juga terdapat sebuah pohon beringin yang dipercaya sebagai tempat tinggal hantu berwujud wanita. Sampai saat ini, tak ada ada yang berani menebang pohon tersebut karena takut mendapat gangguan dari penghuni’ tak kasat Pemakaman Dusun JohoKomplek pemakaman yang satu ini bukan area makam Mr. X. Area pemakaman ini banyak dipakai oleh warga setempat untuk menguburkan sanak keluarganya yang telah berpulang. Akan tetapi, yang membuat tempat ini angker bukan penampakan makhluk astral dan sebagainya, melainkan sebuah pohon besar yang nampak seperti habis Bulu ini sudah hidup selama ratusan tahun. Suatu hari, pohon ini tumbang sehingga pengelola makam setuju untuk memotong-motong pohon yang tumbang itu. Setelah dipotong, tiba-tiba sebuah hal yang mengejutkan terjadi. Pohon yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian itu kembali berdiri dengan tegak dan ini tentu saja membuat gempar warga sekitar, apalagi pengakuan dari orang yang bertugas memotong pohon cukup menguatkan bahwa pohon ini memiliki daya mistis tersendiri. Petugas yang memotong pohon terdiri dari empat orang. Keempatnya mengalami hal-hal ganjil, mulai dari macetnya gergaji mesin, putusnya mata gergaji, sampai salah seorang dari mereka yang merasa tubuhnya kejadian di luar nalar ini, tak ada satupun orang yang berani menebang Pohon Bulu di area Pemakaman Dusun Joho. Mereka percaya bahwa pohon tersebut ada Juga Misteri Gua Surowono di Kediri yang Konon Menjadi Jalan Rahasia Prajurit Kerajaan Panjalu4. Desa Badal PandeanTempat angker selanjutnya adalah Desa Badal Pandean yang berlokasi di Kecamatan Ngadiluwih, Kediri. Desa ini terkenal dengan sebuah urban legend-nya, yakni Hantu Farida. Namun, hantu yang satu ini dikenal sebagai hantu baik karena kerap kali memberikan hadiah’ bagi warga Farida sendiri berwujud perempuan cantik. Hampir sebagian sopir bus yang mengemudikan bus di malam hari pernah berjumpa dengan Hantu Farida ini ketika busnya melintas di Desa Badal Pandean. Jika di malam hari ada sosok wanita cantik menunggu bus di perempatan alun-alun menuju Desa Badal Pandean, maka sosok tersebut adalah Hantu Hantu Farida selalu membayar uang kepada sopir bus yang ia tumpangi. Bahkan, ketika sosok ini memakai jasa tukang becak, ia pun membayar uang kepada si tukang becak tersebut. Uang yang diberikan pun tidak menjadi daun dan bisa lebih ajaib lagi, hantu yang konon dulunya merupakan wanita pribumi yang dibunuh oleh penjajah Belanda ini juga sering memberikan mebel, sepeda motor, material bangunan, dan barang-barang lain secara random kepada warga Juga Kisah Mistis Sumber Mata Air Banteng di Kediri yang Konon Airnya Diyakini Berkhasiat Sembuhkan Penyakit5. RSUD Gambiran Kota KediriRumah sakit ini merupakan bangunan baru yang mulai berfungsi sejak tahun 2018. Namun, sebelum beroperasi pembangunan rumah sakit ini sempat mangkrak selama beberapa waktu. Bangunannya yang dulu masih belum berfungsi dikenal angker bagi warga setempat. Tidak sedikit warga yang mengalami hal-hal mistis ketika melintas di depan bangunan rumah sakit, terutama pada malam berfungsi, bangunan rumah sakit ini nampak gelap dan sangat minim pencahayaan. Warga yang melintas di depan rumah sakit mengaku pernah melihat bayangan atau penampakan makhluk halus berwajah seram dari ruangan-ruangan gelap yang ada di rumah sakit ini. Warga setempat percaya bahwa bangunannya dihuni oleh sosok genderuwo yang kerap mengganggu ini, RSUD Gambiran Kota Kediri sudah berfungsi sebagai rumah sakit umum. Seiring berjalannya waktu, tentu saja cerita-cerita menyeramkan di bangunan ini telah memudar.
GusMiek Ubah Bait Syair 'Pemujaan' Makam Mbah Ageng
rbTyg.